Menyenangkan Hati
Kamu kenapa sih suka nulis tentang cinta-cintaan?
Kamu kenapa sih suka banget bahas tentang perasaan?
Kamu kenapa sih suka banget suka baper-baper gitu kalau nulis?
Kamu kenapa sih suka banget nulis hal yang menye-menye gitu?
Kamu kenapa sih suka banget nulis hal yang galau-galau gitu?
Jawabannya cuma satu sih "Suka Aja".
Yaa karena suka aja bahas sesuatu dengan perasaan.
Suka aja mengaitkan sesuatu dengan perasaan, lebih ngena aja gitu.
Aku termasuk orang yang sedikit baperan sih, apa-apa dikaitkan dengan perasaan.
Tapi aku juga orang yang suka menolak perasaan orang. hehehehe
Egois.
Memang.
Aku itu memang lebih suka melakukan sesuatu karena hati, karena perasaan,
karena lebih mengena, lebih mudah dipahami dan dimengerti aja gitu.
Tapi susahnya jika tidak sesuai dengan hati, jatuhnya malah ganggu.
Ganggu diri sendiri.
Moody,
Sedikit sih, tapi aku juga sedang belajar mengatasi ke-moody-anku.
Tapi aku orangnya juga pemaksa sih,
memaksa ke diri sendiri untuk lebih keras dengan diri sendiri biar tidak terlalu menye dan lemah.
Aku suka membawa perasaan untuk memahami sesuatu itu misalnya,
aku kan guru ya, aku guru Biologi. Guru SMA.
Biologi itu adalah pelajaran yang semua hal yang berkaitan dengan makhluk hidup dan lingkungannya. semua-semuanya pokok.
Mulai dari organisme paling kecil gak terlihat sama mata sampai yang besar kayak gajah.
Nah, untuk memahami itu semua aku selalu menggunakan perasaan saat aku menjelaskan pada siswa-siswaku.
Disitulah aku meletakkan peran perasaan dalam mempelajari sesuatu yang lumayan untuk meningkatkan kehidupan bangsa.
Disini aku mencoba mengajarkan Biologi dengan perasaan,
karena kalau kita belajar dengan perasaan pasti lebih ngena dan mudah dimengerti.
Apalagi siswa yang aku ajarkan adalah anak-anak yang sedang pada masa pubertas.
Maka dari itu aku mengajarkan hal yang biasanya dianggap sebagai pelajaran yang hanya menghafal menjadi pelajaran yang mudah dipahami dan dimengerti.
Selain itu, aku hanya suka saja.
Aku merasa dapat lebih memahami diriku jika aku merasakan perasaanku lebih dalam
tapi enggak harus apa-apa dirasa lebih mendalam yaa.
yaa yang sekiranya penting aja.
dan yang sekiranya tidak menyakiti hati dan diri sendiri.
ngebaper sih gak masalah yang penting paham, sadar diri aja
dan enggak malah menjadi beban pikiran.
karena menurutku selain curhat dengan orang lain yang belum tentu mengerti keadaan kita sebenarnya yang mending dituliskan aja.
orang curhat itu sebenarnya gak meminta solusi kok,
dia hanya ingin didengarkan, hanya ingin berbagi
biar gak numpuk di kepala aja pikirannya
jadi dikeluarkan dengan curhat.
yaa, contohnya ini. awalnya mau nulis apa akhirnya jadi apa. hahahhaa
yaa sudahlah yang penting mengeluarkan pikiran dan menyenangkan hati dengan memenuhi keinginan diri.
^.^
AM
Komentar
Posting Komentar